Pelajari apa itu campuran homogen dan heterogen, perbedaan larutan, koloid, suspensi, serta praktik teknik pemisahannya di laboratorium.
Mulai MembacaCampuran didefinisikan sebagai sebuah materi yang tersusun oleh beberapa jenis zat berbeda dengan perbandingan antara satu dan lainnya tanpa melalui proses kimia. Campuran terdiri dari dua bagian, meliputi campuran homogen dan campuran heterogen.
Campuran yang terdiri dari dua atau lebih zat sehingga disaat tercampur susunan zat-zat tersebut tidak dapat dibedakan lagi.
Campuran homogen juga disebut sebagai larutan (terdiri dari asam, basa, serta garam).
Contoh: Sirup (terdiri dari beberapa zat berbeda), teh manis, dan alat keperluan masak/kesehatan yang menggunakan paduan logam.
Campuran dengan susunan zat campurannya masih dapat dibedakan antara satu materi dengan materi lainnya.
Contoh di kehidupan sehari-hari:
• Campuran minyak dan air.
• Campuran pasir dan air.
• Minuman serbuk kopi yang mengendap.
| Sifat | Larutan | Koloid | Suspensi |
|---|---|---|---|
| Bentuk campuran | Homogen, tidak dapat dibedakan | Homogen secara makroskopis, tapi heterogen jika diamati dengan mikroskop ultra | Heterogen |
| Ukuran | <1 nm | 1-100 nm | >100 nm |
| Fase | Terdiri dari 1 fase | Terdiri dari 2 fase | Terdiri dari 2 fase |
| Kestabilan | Stabil | Umumnya stabil | Tidak stabil |
| Penyaringan | Tidak dapat disaring | Tidak dapat disaring, kecuali dengan penyaring ultra | Dapat disaring |
| Didiamkan | Tidak memisah dan tidak mengendap | Tidak memisah (tahan lama) dan sukar mengendap | Memisah dan mengendap |
Pemisahan campuran dapat dilakukan dengan berbagai cara dengan berdasarkan pada kriteria tertentu dan wujud zatnya.
Teknik pemisahan berdasarkan perbedaan ukuran partikel zat terlarut. Cairan yang lolos kertas saring disebut filtrat, dan materi yang tertahan disebut residu.
Contoh: Menyaring pasir dari air.
Pengganti metode filtrasi apabila partikel sangat halus dan jumlah campuran sedikit. Berjalan memanfaatkan gaya sentrifuge.
Contoh: Memisahkan sel-sel darah dari plasma darah.
Didasarkan pada mudah atau tidaknya komponen menguap. Dipisahkan dengan memanaskan campuran pada suhu titik didih.
Contoh: Pembuatan garam dapur dari air laut.
Proses pemurnian zat padat berdasarkan perbedaan kelarutan dengan pelarutnya karena penurunan suhu.
Contoh: Pemisahan air tebu untuk membentuk gula kristal.
Pemisahan campuran berdasarkan perbedaan titik didih melalui penguapan yang disertai dengan pengembunan.
Contoh: Memurnikan minyak bumi.
Didasarkan pada perbedaan kelarutan komponen dalam pelarut yang berbeda menggunakan alat corong pisah.
Contoh: Pemisahan campuran minyak dan air.
Pemisahan komponen campuran antara zat yang dapat menyublim (berubah padat ke gas) dan yang tidak.
Contoh: Pemisahan iodin dari campuran pasir.
Didasarkan pada perbedaan kecepatan merambat suatu zat terhadap zat lain dalam media tertentu.
Contoh: Tes narkotika pada urine.
Berdasarkan prosedur kegiatan praktikum di buku halaman 46-47.
Berdasarkan cara kerja di atas, pilihlah kesimpulan pengamatan yang paling tepat!
1. Bagaimana hasil dari campuran pasir dan air suling pada langkah pertama? Termasuk campuran apakah ini?
2. Setelah disaring, filtrat (air + garam) tidak memiliki endapan pasir lagi. Termasuk campuran apakah air garam ini?
3. Saat memanaskan filtrat air garam di cawan penguap, apa zat yang tersisa di akhir proses (kristalisasi)?
4. Bagaimana hasil pengamatan saat minyak kelapa dicampur dengan air suling? Termasuk campuran apakah ini?
Jawablah 10 pertanyaan pilihan ganda dari materi yang telah dibaca.
Silakan isi nama dan kelas kamu sebelum mulai mengerjakan latihan soal.