Buku Pegangan IPA Kelas 8

Materi Zat:
Campuran & Pemisahannya

Pelajari apa itu campuran homogen dan heterogen, perbedaan larutan, koloid, suspensi, serta praktik teknik pemisahannya di laboratorium.

Mulai Membaca

1. Pengertian Campuran

Campuran didefinisikan sebagai sebuah materi yang tersusun oleh beberapa jenis zat berbeda dengan perbandingan antara satu dan lainnya tanpa melalui proses kimia. Campuran terdiri dari dua bagian, meliputi campuran homogen dan campuran heterogen.

a. Campuran Homogen

Campuran yang terdiri dari dua atau lebih zat sehingga disaat tercampur susunan zat-zat tersebut tidak dapat dibedakan lagi.

Campuran homogen juga disebut sebagai larutan (terdiri dari asam, basa, serta garam).

Contoh: Sirup (terdiri dari beberapa zat berbeda), teh manis, dan alat keperluan masak/kesehatan yang menggunakan paduan logam.

b. Campuran Heterogen

Campuran dengan susunan zat campurannya masih dapat dibedakan antara satu materi dengan materi lainnya.

Contoh di kehidupan sehari-hari:
• Campuran minyak dan air.
• Campuran pasir dan air.
• Minuman serbuk kopi yang mengendap.

2. Koloid, Larutan, dan Suspensi

  • Koloid adalah campuran bersifat antara larutan dan suspensi. Secara kasat mata terlihat mirip seperti larutan, namun komponen penyusunnya masih dapat dilihat dengan mikroskop. Biasanya terlihat keruh. Contoh: air dan susu.
  • Larutan adalah campuran homogen yang terdiri atas pelarut dan zat terlarut yang tidak bisa dipisahkan lagi. Contoh: air dan sirup.
  • Suspensi adalah campuran heterogen. Masih dapat terlihat antarkomponennya tanpa menggunakan mikroskop. Jika didiamkan dalam waktu lama, suspensi dapat mengendap. Contoh: air dan tanah.

Tabel Sistem Dispersi

Sifat Larutan Koloid Suspensi
Bentuk campuran Homogen, tidak dapat dibedakan Homogen secara makroskopis, tapi heterogen jika diamati dengan mikroskop ultra Heterogen
Ukuran <1 nm 1-100 nm >100 nm
Fase Terdiri dari 1 fase Terdiri dari 2 fase Terdiri dari 2 fase
Kestabilan Stabil Umumnya stabil Tidak stabil
Penyaringan Tidak dapat disaring Tidak dapat disaring, kecuali dengan penyaring ultra Dapat disaring
Didiamkan Tidak memisah dan tidak mengendap Tidak memisah (tahan lama) dan sukar mengendap Memisah dan mengendap
Teknik Laboratorium

3. Memisahkan Campuran

Pemisahan campuran dapat dilakukan dengan berbagai cara dengan berdasarkan pada kriteria tertentu dan wujud zatnya.

a. Penyaringan (Filtrasi)

Teknik pemisahan berdasarkan perbedaan ukuran partikel zat terlarut. Cairan yang lolos kertas saring disebut filtrat, dan materi yang tertahan disebut residu.
Contoh: Menyaring pasir dari air.

b. Sentrifugasi

Pengganti metode filtrasi apabila partikel sangat halus dan jumlah campuran sedikit. Berjalan memanfaatkan gaya sentrifuge.
Contoh: Memisahkan sel-sel darah dari plasma darah.

c. Penguapan

Didasarkan pada mudah atau tidaknya komponen menguap. Dipisahkan dengan memanaskan campuran pada suhu titik didih.
Contoh: Pembuatan garam dapur dari air laut.

d. Kristalisasi

Proses pemurnian zat padat berdasarkan perbedaan kelarutan dengan pelarutnya karena penurunan suhu.
Contoh: Pemisahan air tebu untuk membentuk gula kristal.

e. Distilasi

Pemisahan campuran berdasarkan perbedaan titik didih melalui penguapan yang disertai dengan pengembunan.
Contoh: Memurnikan minyak bumi.

f. Ekstraksi

Didasarkan pada perbedaan kelarutan komponen dalam pelarut yang berbeda menggunakan alat corong pisah.
Contoh: Pemisahan campuran minyak dan air.

g. Sublimasi

Pemisahan komponen campuran antara zat yang dapat menyublim (berubah padat ke gas) dan yang tidak.
Contoh: Pemisahan iodin dari campuran pasir.

h. Kromatografi

Didasarkan pada perbedaan kecepatan merambat suatu zat terhadap zat lain dalam media tertentu.
Contoh: Tes narkotika pada urine.

Praktikum

Kegiatan Siswa: Observasi Campuran

Berdasarkan prosedur kegiatan praktikum di buku halaman 46-47.

Alat & Bahan

  • Gelas kimia & Gelas ukur
  • Corong & Kertas saring
  • Cawan penguap & Lampu spiritus
  • Pasir & Garam dapur
  • Minyak kelapa & Air suling

Cara Kerja

  1. Campurkan sedikit pasir dengan 10 mL air suling di gelas kimia, aduk perlahan lalu diamkan.
  2. Lipat kertas saring dan pasang di atas corong.
  3. Tambahkan 3 g garam ke dalam campuran percobaan 1, aduk. Saring campuran tersebut dan kumpulkan filtratnya (air lolosan saringan).
  4. Filtrat dimasukkan ke cawan penguap dan dipanaskan hingga terbentuk kristal.
  5. Campurkan 3 mL minyak kelapa dengan 3 mL air suling. Kocok lalu amati.

Data Hasil Pengamatan & Diskusi

Berdasarkan cara kerja di atas, pilihlah kesimpulan pengamatan yang paling tepat!

1. Bagaimana hasil dari campuran pasir dan air suling pada langkah pertama? Termasuk campuran apakah ini?

2. Setelah disaring, filtrat (air + garam) tidak memiliki endapan pasir lagi. Termasuk campuran apakah air garam ini?

3. Saat memanaskan filtrat air garam di cawan penguap, apa zat yang tersisa di akhir proses (kristalisasi)?

4. Bagaimana hasil pengamatan saat minyak kelapa dicampur dengan air suling? Termasuk campuran apakah ini?

Asesmen Akhir

Latihan Soal Uji Kemampuan

Jawablah 10 pertanyaan pilihan ganda dari materi yang telah dibaca.

Silakan isi nama dan kelas kamu sebelum mulai mengerjakan latihan soal.